Sunday, May 6, 2018


Latar belakang.Paragima adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir,gorontalo adalah kota yang sangat indah dan tidak lepas dari budayanya yang unik dan penuh makna,.saya sebagai orang gorontalo asli akan mencoba mengulas gorontalo dari pengalaman saya dan ditambah dengan bacaan buku-buku yang mengupas daerah gorontalo dengan paradigm saya.motivasi saya dalam melakukan penulisan ini yaitu melihat perkembangan jaman yang sekarang ini anak muda gorontalo yang sudah mulai hilang pemikiranya dari daratan gorontalo,karena perkembangan zaman.Humalangi adalah seorang raja hulontalangi yang hidup sekitar tahun 1300-1385 yang kemudian menikah dengan putri buliadaa seorang keturunan raja suwawa yaitu adik dari raja mooduto raja suwawa XIX dan dari pernikahan tersebut mereka melahirkan seorang anak yang diberi nama wadipalapa atau dngan sebutan lain yaitu ilahudu,beliau mempunyai sifat yang sama dengan ayah handanya yaitu suka molentalangi atau dengan kata lain suka mengunjungi raja-raja lain.dengan maksud membuat kesatuan,dan pada akhirnya ditempat yang bernama “padengo buidu” pada tahun 1385 mereka bersepakat membuat satu kerajaan yaitu kerajaan gorontalo yang terdiri dari 17 kerajaan kecil,kemudian 2 kerajaan menggabung yaitu kerajaan dembe dan kerajaan pohuwayama.dari kesepakatan untuk membuat kerajaan tersebut maka di angkatlah wadipalapa sebagai raja gorontalo pada saat itu,dan pelantikanya itu terkenal dengan nama huidu lo huntu datahu.di masa kepemimpinan raja wadipala,kerajaan gorontalo dibagi menjadi tiga bagian kerajaan,yaitu yang pertama dikenal dengan nama dile nah orang-orang yang berada di kerajan dile ini yaitu dikategorikan pasangan-pasangan suami istri,dan kerajaan dile adalah bagian kerajaan yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak dari kerajaan lain,kerajaan-kerajaan kecil  yang tergabung dalam kerajaan dile yaitu dikenal dengan nama ito limo lota yaitu kerajaan wuwabu,bilangiata,hungina’a,lupoyo dan hulontalangi.kemudian yang kedua dikenal dengan tilo tiyamo(bapak ibu),tugas dari tilo tiyamo ini adalah sebagai badan kostitusi atau pengatur dasar-dasar aturan pemerintah,kerajaan-kerajaan yang bergabung dengan tilo tiyamo ini adalah sebagai berikut,biawu,padengo,huangobotu olowala,lauwono,dumati,dan ilutidea.dan yang terakhir yaitu tiyombo,yang menjalankan keputusan dan menjaga pelaksanaan adat istiadat.kerajaam yang bergabung dengan tiyombu adalah sebagi berikut,toto,tapa,pantungo,huangobotu oloili,tambu,dan panggulo.Humalangi hobinya itu yaitu suka malentalenga(suka bersilahturahmi dengan kerajaan-kerajaan lain),Humalangi menikah kembali dengan ratu Ngaiale atau raja limutu ,ratu ngaiale adalah anak dari ratu tolangohula raja pertama kerajaan limutu yaitu pada tahun 1330 dari pernikahan kedua raja itu melairkan seorang anak yang kemudian menjadi raja limboto yaitu Tobuto.kemudian raja limutu ini mempersunting anak raja luwadu yaitu putri bunggu,dari pernikahan mereka melahirkan dua orang anak,raja tapu dengan putri miytu,raja tapu menikah dengan putri duluo dari kerajaan bolango ,mendapat anak raja bolango puluhulawa,raja putri moliye,dan pangeran moito.kemudian dari putri miytu yang menikah dengan raja uloli melairkan empat anak yaitu,pangeran wolango,putri sihide(ntihedu),putri bulai,dan pangeran tomelo,anak pertama dari raja tapu yaitu bolango puluhulawa menikah dengan putri maydani yang mendapatkan anak yang diberi nama putri welemoyo yang menikah dengan kandhi pongoliwu melairkan seorang anak raja bolango habibulah yang kemudian menikah dengan putri taluke cucu kemanakan raja pakaya mendapat anak marsaleo safi’i.kita kembali lagi dengan silsilah ratu tolangohula yang menikah dengan yilomoto anak dari pasangan suami istri,putra pombona bulodo II dengan putri mbuibungale,putra pombona bulodo II ini adalah anak dari raja bolmong(buluati) dengan putri buluwinadi sedangkan buluwinadi itu sendiri cucu dari datu tonga raja suwawa XIII.nah putri mbuibungale adalah anak dari libuwe cucu raja suwawa yang ke III (mokotambibulawa)662-750.kemudian putri moliye anak kedua dari raja tapu ini menikah dengan pangeran wolango kemudian pasangan ini mendapat anak yang dinobatkan sebagai raja hulontalangi dengan limutu yaitu raja polamolo.kemudian anak ke tiga pangeran moito mempersunting putri pinuda(tangi) yang kala itu juga sebagai raja bolango,kemudian mendapat anak lima pertama adalah raja bolango datau,putri potonou,raja limutu dilohibuta,putri,boyiodili,dan damopiuda.anak petama menikah dengan putri ngomi mendapat anak yang diberi nama biya,sewaktu kecil telah dikirim oleh raja datau ke limutu kemudian menjadi raja ditanah itu.anak kedua putri deluli,putri haliju(halua).Adipalapa dikenal dengan sebutan tibapu da’a lo hulontaloIlahudu-pencipta Negara kesatuan hulontalangiMotolodula da’a-menjadikan islam dipeluk oleh masyarakat gorontalo yang sebelumnya alifuruEato-peletak dasar keidupan kultural dan tata NegaraSultan botutihe-peletak dasar kehidupan ekonomi dan tata kotaAdapula gelar adat struktur kekuasaan·         Raja·         Jogugu·         Marsaoleh·         Walaapulu·         Kimalaha16-nov-1757=kontak gubernur Maluku dengan raja gorontalo yaitu mohamad alimudin monoarfa1880-mula orang gorontalo mengenal luas tentang menggosok gigiAloe saboe-putra terbaik gorontalo yang perna menjadi dekan fakultas kedokteran dibandung,adapula bukunya yaitu,hikmah kesehatan dalam shalat dan pendekatan ilmiah tentang eksitensi tuan dan mahluk ciptaanyakesimpulanItu adalah cerita sejarah singkat dari keturunan raja gorontalo soemoga pembaca bisa mengambil hikma dari tulisan ini,dan bisa di amalkan dan menyadarkan pemuda gorontalo agar tidak meninggalkan sejarah tanah kelairan kita tercinta,kritikan dan saran sangat di harapkan dalam penyempurnaan tulisan ini,karena sumber kebenaran hanya datang dari yang maha kuasa.PUSTAKARevitalisasi aksara bonda Teritori memori gorontalo 

NASKAH BAI'AT PMII

NASKA BAI’AT MASA PENERIMAAN ANGGOTA BARU 
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KABUPATEN GORONTALO

bismillaahirrahnaanirahiim
asyhadu alla ilaa ha iiia allah,wa asyhadu anna muhammadarrasulullah
radhiitubillahirabba,wabil islaamidiina,wabi muhammadinnabiyya wa rasuula,wabil qur’aani imaamaa
dengan memohon ridlo,rahmat,dan maghfiroh Allah SWT,saya berikrar.bahwa saya :
1.      menyerahkan diri sepenuhnya menjadi anggota pergerakan mahasiswa islam indonesia.
2.      Sebagai anggota pergerakan mahasiswa islam indonesia senantiasa berpegang teguh pada ajaran islam ahlussunah wal jama’ah,nilai dasar pergerakan,anggaran dasar,anggaran rumah tangga,nilai-nilai,norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya,serta cinta tanah air dan bangsa
3.      Sebagai anggota pergerakan mahasiswa islam indonesia dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi pantang putus asa,pantang menyerah,dan pantang meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun
4.      Sebagai anggota pergerakan mahasiswa islam indonesia senantiasa patuh dan taat kepada pimpinan organisasi ; bahwa ketidaksetiaan kepada pimpinan organisasi,adalah suatu bentuk pengkhianatan kepada organisasi dan pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT
Astaghifirullaah al adzhiim, Astaghifirullaah al adzhiim, Astaghifirullaah al adzhiim
Khasbunallah wa ni’mal wakiil,ni’mal maulaa wa ni’man nashiir
Laa haula walaa quwwata illa billah.



NASKA BAI’AT PELATIHAN KADER DASAR
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KABUPATEN GORONTALO

bismillaahirrahnaanirahiim
asyhadu alla ilaa ha iiia allah,wa asyhadu anna muhammadarrasulullah
radhiitubillahirabba,wabil islaamidiina,wabi muhammadinnabiyya wa rasuula,wabil qur’aani imaamaa
dengan memohon ridlo,rahmat,dan maghfiroh Allah SWT,saya berikrar.bahwa saya :
1.      menyerahkan diri sepenuhnya menjadi KADER MUJAHID pergerakan mahasiswa islam indonesia.
2.      Sebagai anggota pergerakan mahasiswa islam indonesia senantiasa berpegang teguh pada ajaran islam ahlussunah wal jama’ah,nilai dasar pergerakan,anggaran dasar,anggaran rumah tangga,nilai-nilai,norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya,serta cinta tanah air dan bangsa
3.      Sebagai kader mujahid  pergerakan mahasiswa islam indonesia dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi pantang putus asa,pantang menyerah,dan pantang meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun
4.      Sebagai anggota pergerakan mahasiswa islam indonesia senantiasa patuh dan taat kepada pimpinan organisasi ; bahwa ketidaksetiaan kepada pimpinan organisasi,adalah suatu bentuk pengkhianatan kepada organisasi dan pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT
Astaghifirullaah al adzhiim, Astaghifirullaah al adzhiim, Astaghifirullaah al adzhiim
Khasbunallah wa ni’mal wakiil,ni’mal maulaa wa ni’man nashiir
Laa haula walaa quwwata illa billah.





NASKA BAI’AT PELATIHAN KADER LANJUT
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
CABANG KABUPATEN GORONTALO

bismillaahirrahnaanirahiim
asyhadu alla ilaa ha iiia allah,wa asyhadu anna muhammadarrasulullah
radhiitubillahirabba,wabil islaamidiina,wabi muhammadinnabiyya wa rasuula,wabil qur’aani imaamaa 
dengan memohon ridlo,rahmat,dan maghfiroh Allah SWT,saya berikrar.bahwa saya :
1.      menyerahkan diri sepenuhnya menjadi KADER MUJTAHID  pergerakan mahasiswa islam indonesia.
2.      Sebagai KADER MUJTAHID  pergerakan mahasiswa islam indonesia senantiasa berpegang teguh pada ajaran islam ahlussunah wal jama’ah,nilai dasar pergerakan,anggaran dasar,anggaran rumah tangga,nilai-nilai,norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya,serta cinta tanah air dan bangsa
3.      Sebagai KADER MUJTAHID pergerakan mahasiswa islam indonesia dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi pantang putus asa,pantang menyerah,dan pantang meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun
4.      Sebagai KADER MUJTAHID pergerakan mahasiswa islam indonesia senantiasa patuh dan taat kepada pimpinan organisasi ; bahwa ketidaksetiaan kepada pimpinan organisasi,adalah suatu bentuk pengkhianatan kepada organisasi dan pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT
Astaghifirullaah al adzhiim, Astaghifirullaah al adzhiim, Astaghifirullaah al adzhiim
Khasbunallah wa ni’mal wakiil,ni’mal maulaa wa ni’man nashiir
Laa haula walaa quwwata illa billah.